Powered By Blogger

Sabtu, 22 Februari 2014

Halilintar

Halilintar
Foto
Halilintar

halilintar yang menyambar
cahaya yang berkilau terang
mengagetkan menakutkan
menjadikan hati mengingatnya
walau gelap malam
dan hujan deras mengguyur bumi
halilintar hati
menakutkan
menggetarkan
memaksaku untuk bersujud
dan menyebut banyak-banyak namaNya
halilintar menyambar mata
menggelegar telinga
menggetarkan hati
menangis hujan
dan menimbulkan kepasrahan
akan kemana kuteriakan
jerit derita kaum lemah
dalam sampah kehidupan
orang kaya hanya menonton
dan para pemimpin belaga pilon
kemana harus mencari
seorang ibu untuk makan anak-anaknya
akan kemana yatim piatu itu mencari sesuap nasi
demi menyambung nafasnya
walau terkadang ditindas oleh oknum yang tak punya hati
akan kemanakah aku ceritakan duka derita hidup ini
untuk kembali mengukir senyum
diantara tetes-tetes air mata mereka
menyuapi mereka yang kucinta
dengan tanganku sendiri
halilintar hatiku
membuatku terpaku
dalam diam dan beku
dalam sepi dan gelap
dalam cinta yang terselubung
ya Allah, kasihani kami semua
beri kami seorang pemimpin yang benar-benar sayang pada kami
dan sungguh2 memperhatikan hancur hati kami.
dalam naungan cinta.
dan gebyar keadilan.

Selasa, 28 Januari 2014

Musikal Al-Qur'an

Musikal Al-Qur'an

Musikal Al-Qur'an

Senandung al-Qur'an adalah mukjizat tak terbatas
walau ku tak faham, ada nuansa-nuansa yang berbeda
ketukan dan alunannya menentramkan hati
hingga seakan dalam rumus Alif Lam Mim
Akulah alif yang berdiri kokoh ketika tegak dalam shalat
Akulah lam yang rukuk dalam mengagungkan segala Kebesaran-Nya
Akulah Mim dalam sujud jagad partikel-partikel dan masuk dalam segenap dimensi
Kenapa Aku harus mencium debu? Kau adalah debu
Kenapa menaruh kepala di tanah? Jika ingin mulia kau harus tawadhu'
Iya kenapa harus tanah? Kau akan kesana.
Alif itu huruf pertama dalam hijaiyah dan angka satu itu pun alif
Asmaul Husna adalah lambang keagungan yang Maha Awal
Lam itu adalah simbol Laa ilaha illallah, kalimat tauhid dan agama para nabi
jalan keselamatan untuk gapai keabadian
Mim itu adalah hamba, Insan Kamil yang agung pribadinya
Mim itu Huruf pertama nama Muhammad
jika kau ingin dicinta Sang Maha Cinta, ikutilah sujud Muhammad
Perhatikanlah rahasia sujud yang mirip tulisan Muhammad
4 huruf nama Muhammad 4 huruf nama Allah
4 persegi ka'bah 4 penjuru angin
galilah lagi rahasia empat
Kenapa malam gelap?
kenapa siang benderang?
kenapa dan kenapa?
alam dan al-Qur'an hakikatnya sejalan
Seni dan Sains pun sejalan
Segala ilmu dan segala eksperimen serta segala hal yang ada di jagad buana ini semua sejalan
semua diciptakan oleh Kekuasaan yang Sama.
jika terdapat ketidak kesesuaian
itu berarti pengetahuan Anda yang terbatas.
bagaimana yang terbatas mengetahui hakikat yang tak terbatas
alangkah bodohnya kita... tapi bangga akan kekibiran diri.
orang menilai dari satu sisi saja. dan menganggap dialah orang terbijak di persada bumi
orang bijak adalah yang melihat dari segala sisi dan masih menyerahkan kesejatiannya pada yang Maha Tahu
Buta mata tak lihat dunia,
Buta hati tak tampak kebenaran
Buta rasa tak tahu estetika
ada banyak rahasia Tuhan di sekitar kita.
bukalah mata, hati dan pikiran
Kenalilah diri dan semesta dalam diri
Lihatlah kealam mikro kosmos dirimu hingga tahu alam makrokosmosnya
Manusia adalah manifestasi alam semesta
Laulaka laulaka ya Muhammad fama khalaqtul aflak...
jika bukan karena manusia yang gemar sujud itu, maka Allah tak akan menciptakan semesta
Cahaya diatas Cahaya
Terang benderang namun mata ini Buta.

Sabtu, 11 Januari 2014

Puisi Untuk Bidadariku

Puisi Untuk Bidadariku

Puisi Untuk Bidadariku

Kau selalu kunanti
dalam detik-detik waktuku
dalam riak air sungai dan titik embun
kau yang bermata bening laksana bidadari surga
yang indah mempesona dalam gemilang cahaya
engkau yang bermata jeli nan cantik
yang bulu matanya lentik dan kulit sehalus sutera
kau yang membuat hati yang sunyi ini ramai
dalam lagu-lagu cinta yang kau senandungkan
jadikan dunia laksana surga
kau yang bersembunyi dibalik cadar ketakwaan
dan kau gadis pingitan dalam kemah kesucian
kau yang jadikan air laut asin semanis madu
atau menjadikan susu senikmat arak dinan
betapa hati ini merindu dalam tiap malam-malamku
senyummu adalah harapanku
dan canda tawamu pelipur laraku
betapa hampanya hidup tanpa kau disisi
laksana Adam dalam surga
kegalauan hati adalah penyakit roda kehidupanku
dan kaulah obat bagi sakit lahir dan batinku
kau adalah jiwa sekaligus ruhku
kau teman dan juga penuntunku
kita adalah dua tubuh dalam satu jiwa
dan rusukku pun dicantumkan
agar dapat kita bergandengan
ketika hilang segala cahaya
kau hadir dengan pelita hati
simpuhmu melangkah sopan
tiada kata dapat kuucapkan
kepulanganku kau sambut senyuman
kepergianku kau doakan kebaikan
walau kesederhanaan yang mampu kuberikan
kau terima penuh kerelaan
limpahan syukurmu kan kususun indah
sungguh dirimu kan kuhargai sebagai bidadari

Cinta Dikala Senja

Cinta Dikala Senja

Cinta Dikala Senja

Cinta Dikala Senja

Selaksa sinar mentari jatuh di barat
senja bertasbih dibalut awan kelabu
bersama nyanyian burung kala senja
daun-daun menari menginspirasi ribuan ilham
kesejukan kala senja tiba
seperti simponi yang tak terkata
mengalun indah bersama senyum bunga-bunga
mentari pun bersembunyi dibalik cadar awan hitam
laksana gadis perawan yang dipingit dalam rumah
setelah awan pergi ia kembali berpijar walau tak panas
warna menguningnya bak daun yang menua
ibrah dari akhir yang pasti
kala senja sang burung bertanya pada bunga ungu
kenapakah mentari menguning
inilah peredaran dan zikir semesta, teriak bunga ungu
dan sebentar lagi akan memerah dan datanglah gelap
duhai burung pipit, janganlah bersedih
karena di balik kegelapan, Tuhan tak meninggalkan kita
masih ada petunjuk setelah gelap
masih ada secercah cahaya bintang-bintang dan rembulan yang menemani
jangan bersedih kala perpisahan senja tiba
karena umur memang begitu cepat berlari
seperti maling yang mencuri isi rumah
mencuri siang malam yang teralfa dari sembah sujud pada yang Maha Kuasa
hingga kala senja tua menguning dan memerah
semua harta dunia tak dibawa
hanya membawa beberapa lembar selimut putih dalam balutan kafan
Oooh, hari-hari yang sia-sia
begitu licik kau menipuku.
setelah kematian datang dan aku dalam gelap kubur
baru kusadar, adakah cahaya yang menemani?
adakah bintang yang menjadi penghibur.
adakah doa dipanjatkan untuk sebujur bangkai yang kesepian.
adakah penolong yang baik hati yang menolong anak malang yang tenggelam.
senja yang pasti
dan tinggal menunggu waktu.
Ya Allah biha Ya Allah biha ya Allah bihusnil khatimah.
dalam senja yang kini menyapa, duhai hamba tua renta,
jangan pergi ke Arah gelap, masih ada cahaya
dan pintu taubat masih dibuka sebelum nyawa di kerongkongan.

Senin, 06 Januari 2014

Sebuah Pengakuan

Sebuah Pengakuan

Sebuah Pengakuan

Sebuah Pengakuan

Ya Tuhanku, aku bukanlah ahli surga dan aku pun tak mampu masuk ke dalam neraka
ampuni dosaku dan terimalah tobatku
hari-hari yang kulalui penuh dengan warna warni dosa yang tak sengaja dan yang kusengaja.
ampunilah dosaku dan terimalah tobatku.
hatiku gelisah dan berharap hidupku berharga
dan amalku yang sedikit ini. harap kau menerimanya.
atas segala salah kumohon ampunan.
dan sudilah pandang diriku yang hina ini yang mengaku lemah dihadapan-Mu
ya Rabb, semua yang hidup akan mati
dan aku berharap ketika akhir hidupku nanti aku mati dalam husnul khatimah.
itulah harapanku.
Ya Rabb, aku bodoh maka berilah ilmu. aku lemah, berilah aku kekuatan, aku fakir maka berilah aku kekayaan. jadikan hati ini tempat berzikir kepada-Mu dan menjadi kuburan rahasia.
berilah hamba kekuatan dan tekad untuk menggapai cita-cita hamba.
perbaguslah akhlak dan fisik hamba.
tunjukkan jalan-Mu yang lurus yang Engkau ridhoi.
jangan sesatkan kami. tapi tuntunlah diri kami menuju surga-Mu.

Minggu, 05 Januari 2014

Ibu

Ibu

Ibu

Ibu
Ibu, satu kata dalam tiga huruf.
IBU
(I)ntan berlian yang teramat mahal, cintanya tak terbalas, jasanya memenuhi langit dan bumi.
(B)ersabar dalam menghadapi anak-anaknya yang nakal. selalu mencintai.
(U)ngkapan kasih sayang Tuhan yang sesungguhnya. dalam senyuman dan tangisnya memancar cinta sejati yang hanya memberi tak harap kembali. bagai sang surya menyinari dunia.
ibu adalah tempat pertama para janin yang akan terlahir kedunia.
ibu adalah seorang pejuang yang mempertaruhkan nyawa demi anaknya.
ibu adalah guru pertama dalam hidup kita
dan madrasahnya bernama madrasah cinta.
ibu mengandung, melahirkan, menyusui, merawat, membesarkan putra putrinya.
milyaran orang terlahir dari sang ibu.
aku tak pernah menemukan bayi terlahir dari batu...
lihatlah, cinta yang ada di matanya. jika kau menjadi orang sukses dan terkenal.
tak sedikitpun ia meminta imbalan jasanya, dan jika kau telah menikah. lihatlah di sudut matanya telah menjadi samudera airmata.
karena anak yang dulu ditimang sayang, kini akan membangun keluarga baru. dan tumpahan cinta sang ibu masih mengalir.
dalam kerut-kerut wajahnya dan kulitnya yang mulai keriput termakan zaman. akan kau temukan senyumnya, walau dirinya dalam kesusahan dan kesakitan.
bila ia punya sesuap nasi yang hanya bisa menyambung nyawa antara kau dan dirinya.
tanpa ragu ia menyuapkan nasi itu ke mulutmu dan ia membiarkan perutnya melilit.
bila saja ada segelas air ketika kau bersamanya di padang sahara.
dengan penuh cinta ia memberikan kau minum tanpa menyisakan setetespun untuk dirinya.
duhai kawan, adakah cinta seorang gadis kalahkan cinta setulus ini...???
berbaktilah kepada ibumu...(terinspirasi dari surga dibawah telapak kaki ibu,sabda Nabi saw)...

Sang Gembala

Sang Gembala

Sang Gembala

Sang Gembala
Seorang anak yang kurus dan berkulit gelap itu menggiring kambing-kambingnya
seperti seorang panglima mengatur tentaranya
pergi berjalan menuju padang hijau pesawahan
disentuh mentari dan dibelai angin sepoi-sepoi
memegang tongkat laksana Musa yang membelah lautan merah
menggembalakan domba-domba itu butuh kesabaran
menghadapi orang bodoh pun seperti itu
setiap pekarangan rumah, ada pemiliknya
dan taman larangan Allah adalah apa yang diharamkannya
jika kiamat telah dekat, maka kau akan melihat orang yang menggembalakan domba,
berlomba-lomba untuk membangun, bangunan yang tinggi.
sang penggembala domba bisa selaksa pemimpin rakyat
pemimpin harus menjaga rakyatnya
seluruh Rasul adalah penggembala
alangkah banyaknya hikmah menjadi penggembala.
kesabaran, ketekunan, keuletan, disiplin, tanggung jawab, pantang menyerah, rela menderita, kasih sayang, dan banyak yang lain.
domba adalah model rakyat... yang butuh kesejahteraan dan kasih sayang sang penggembala
wahai sang penggembala
panjatlah gunung kemuliaan itu. walau licin walau berduri.
panjatlah, dan bawa dombamu kepuncak kejayaan.
bersama para pemimpin dunia dan akhirat.

Secerah Pawarna

Secerah Pawarna

Secerah Pawarna

Secerah Pawarna
gilir hari dalam siang malam
awan berarak putih dibawah biru langit yang cerah
secerah pawarna
indah mempesona laksana seorang kelinci di taman yang biru
berlari kesana kemari dalam tarian angin
hari yang cerah, dan mawarpun mengukirkan senyumnya
seperti gadis manis primadona desa
debu-debu pun beterbangan dalam simponi indah mengangkasa
secerah hari yang tak bermendung hitam
ciptakan syukur dalam hati yang tulus ini
walau rembulan malam telah tenggelam dan bintang-bintang terburu-buru berkemas
aku bertanya, hendak keman kau bintang?
jawabnya, aku harus pergi dari hadapanmu, karena sebentar lagi akan datang sang raja mentari
seperti kata Isa, aku harus pergi, karena setelah ku pergi, akan datang sang Utusan Terakhir
Seorang Nabi yang Kebenaran diletakkan di mulutnya. namanya Ahmad (Muhammad). Makhluk termulia sejagad raya.
yang mana, Allah dan malaikat2nya, bershalawat padanya.
junjungan alam semesta
penganting timur dan barat....

Sabtu, 04 Januari 2014

Puisi Hati

Puisi Hati

Puisi Hati

Puisi Hati
Dalam samudera hati
banyak rahasia yang belum terungkap
tentang nyawa, cinta, dan cahaya
tentang rahasia Tuhan dalam hati
hati adalah lautan tak bertepi
tempat iman dan zikir ilahi
tiada kata yang menenangkannya
kecuali menjadikannya taman zikir dan tafakkur
dalam hati terdapat malam
kacau balau dan terselubung penyakit nan bahaya.
ku tenangkan hati dalam taman itu
yang penuh bunga-bunga yang bermekaran
yang mengalun bergoyang penuh nada-nada penghambaan
ku sebut nama Tuhanku dalam gelap dan cahaya
dalam ramai dan sepi
hati bahagia dan hilang segala nestapa
terbit sinar mentari terang
maka hilanglah wahm
dan hatiku tenang laksana patung mati
dan aku menganggap diriku hanyalah debu tak berarti
nama-Mu jadikan dunia tak berarti
dan pudarlah segala keindahan
yang tinggal hanyalah Engkau
mungkin orang akan menganggapku gila
biarlah aku gila dalam cinta yang selama ini aku cari
dalam pengembaraan hatiku yang jauh dan menghabiskan waktu dan umurku
selama ini aku mencari cinta sejati yang sulit di dapat
dalam pengembaraan itu aku tersesat dalam gelap dan lumpur dosa
entah kemana lagi kaki ini akan melangkah
dan ku tak tahu sampai kemanakah akhirnya
dan aku kini diantara harap dan takut
harapan akan mendapatkan cintamu
dan takut akan kau menolakku di gerbang pintu istana-Mu
aku telah mendaki gunung, menuruni lembah, menatap ribuan wajah. dan mendengarkan nasehat-nasehat
serta membaca ribuan puisi, dan mendengarkan lagu-lagu cinta
apalah arti semua itu?
aku mencari arti dalam kata, dan mencari makna dalam arti
aku mencari hakikat segala sesuatu dan peristiwa
dan aku belajar dari milyaran huruf dan goresan pena
aku pun tenggelam dalam kitab suci dan multitafsir para cerdik cendikia
aku mencari kekasih pada mentari, rembulan, bintang dan penduduk negeriku
aku terpesona pada wajah cantik seorang muslimah dan muak akan edannya zaman
dan aku kembali melangkah dan melangkah terus
hingga kakiku lelah dan berdarah
aku pun berkeinginan untuk keliling dunia
dan mencari apa yang kurang dalam hati
aku kelelahan dan duduk diatas batu besar di gunung dan kedinginan
aku mencari dan belum kudapati dimanakah sang kekasih sejati
aku titipkan hatiku pada seorang gadis cantik dan ia menghancurkannya
kemana lagi kutitipkan hati ini.
kembali aku tersesat dalam dosa dan jalan-jalan setan
ingin aku kembali, dan aku tak akan menyerah
aku rasakan hidupku tak berarti dan sangat singkat
dan aku ingin menghabiskan detik-detik umurku dalam cinta dan pengabdian
aku harus menebus semua kealfaanku dan mensucikan hati
mengisinya dengan zikir dan ilmu
akan aku tuliskan ribuan kata-kata
selagi nafasku berhembus dan kau mau membaca surat-suratku
wahai para kekasih, berdermalah dengan cinta setiamu
aku berkata wahai kekasih kembalilah
semua harapanku ada padamu
mendung telah menjadi hujan
dan para hamba telah berbaris
untaian indah laksana untaian bintang-bintang
inilah hasil binaanmu wahai kekasih
kapankah datang hari pertemuan
semua harapanku ada padamu
inilah hatiku, jagalah dan basuhlah dengan air surgawi...
bawalah aku dibawah bendera pujian.

Mentari

Mentari

Mentari

Mentari

Sang Surya muncul dari ufuk timur
memperlihatkan wajahnya yang memerah seperti marah
dan selanjutnya berubah menguning dan memutih perak
sang raja siang perkasa berjalan meninggi.
memperlihatkan tubuhnya yang perkasa dalam gelimang cahaya
mata siapapun akan lemah memandangnya
tak kuat akan kecemerlangan yang luar biasa
sang bintang besar dalam siang yang terang.
mentari adalah sumber kehidupan yang memberi kasih sinarnya dalam siang
adakah si dermawan yang sebaik ini
memberi tak harap kembali
agung dalam wujudnya sendiri
memenuhi titah sang penciptanya untuk selalu bersinar
tak pernah telat dan lalai
selalu tepat waktu muncul dan tenggelam
membakar dirinya ribuan tahun untuk manusia yang dicinta
walau trilyunan kilo jauhnya namun panasnya membakar
sang surya adalah bukti kemurahan tuhan
dan juga peringatan bahwa di langit sana ada kekuatan maha dahsyat
yang tak akan pernah ditandingi oleh keangkuhan manusia
walau kesombonganmu setinggi gunung
maka busung dadamu akan hitam terbakar mentari siang
mentari mengatur udara dan suhu
menggiring angin ke 16 penjuru
mentari pun memberikan semangat hidup
dan mengilhamkan burung-burung bernyanyi
ilmu menjadikan bayang-bayang setiap benda
dari panjang menjadi pendek dan hilang menyatu dalam raga
selanjutnya kembali memanjang ke timur dan hilang dalam gurub syams
petang adalah akhir dari mentari yang kembali memerah laksana darah
dan akhirnya mengucapkan salam perpisahan dan kerinduan untuk bersua kembali esok pagi.
inilah, rahasia alam.
manifestasi cinta tuhan yang universal...

terimakasih telah berkunjung.... salam sastra...
Pulo Aren.....menanti mentari tenggelam....

Biarkan Aku Sendiri

Biarkan Aku Sendiri

Biarkan Aku Sendiri

Biarkan Aku Sendiri

Biarkan aku sendiri dalam lamunan panjang ini
biarkan aku berteriak dalam sunyi senyap
biarkan jerit hari memenuhi alam rohani
biarkan diriku menyebut-nyebut apa yang kumau
dalam kesendirian aku berteman malam dan bintang
indah senyum rembulan jadi sahabat setia
dan awan pun laksana malaikat berbaju putih
oh indahnya malam-malamku dalam sunyi
walau tak ada seorang yang bercerita tentang kehidupan
hatiku menjadi surga yang penuh warna warni
dalam gelap aku melihat ada kedamaian
laksana pakaian yang melindungi dari kedinginan dan ketakutan
sepoi angin malam membisikkan seribu cerita dan kisah indah
dan semua itu tak dapat aku tuliskan dalam kata-kata
malam yang menggantikan siang penuh rahasia yang belum kuungkap
malam hitam seperti rambut kekasih dan mata bidadari
malam adalah saat yang tepat buatku merenung dan mengadu
atas kejamnya zaman yang kulalui
dan juga sejarah waktu yang mengalir
aku laksana anak kecil dalam rengkuhan malam.
biarkan aku memeluknya dalam kegelapan
biarkan aku sendiri
dalam sendiri aku damai
manusia yang kutemui telah menyeretku dalam kubangan hasud dan iri hati
ia bagai api yang membakar dan merusak keindahan
bila mata telah tertutup oleh hasud dan kebencian
maka yang ada adalah menyalahkan orang lain dan menganggap diri sempurna
perkataan orang hasud menjadikan dadaku sesak.
seakan melupakan firman Tuhan bahwa Ghibah itu perkataan keji dan menjijikan
umpama memakan daging  saudaranya.
ya Rabb, ampuni kami dari segala salah
biarkan aku sendiri, dan kau adalah kawanku yang terbaik dalam sunyi
aku telah berkawan malam dan bersahabat dengan gelap.
dalam gelap aku teringat akan gelapnya kubur
dalam sunyi aku serasa sendiri dalam pusara.
setelah itu mengalirlah untaian doa dan harapan
agar nanti pada saatnya kukembali dalam kedamaian dan penuh cinta
cinta karena saat perpisahan dengan dunia adalah saat bahagia berjumpa dengan para kekasih
dalam alam rohani cinta dan kasih sayang
bersama para nabi dan para syuhada
di surga abadi

terima kasih atas kunjugnannya, tunggu puisi-puisiku selanjutnya... salam sastra.

Puisi Hujan

Puisi Hujan

Puisi Hujan

Puisi Hujan
Deras hujan kini membasahi tanah kampungku.
diantarkan angin yang menghembus.
maka jadilah bumi laksana kaca
memantulkan cahaya dari langit
awan gelap membawa kabar langit yang tersembunyi
awalnya aku takut kan gelap
ia laksana kengerian dan rumah hantu
tapi kini ku tahu, tak semua kegelapan itu menakutkan
kadang gelap awan membawa hujan
jadikan bunga-bunga tersenyum manis dan mengandung madu
dan selanjutnya menjadi pesta pora para kumbang di taman.
kegelapan pun ternyata menjadikan jelas pancaran cahaya rembulan
dan bintang gemintar berkerlap kerlip laksana kerlingan mata bidadari
hujan yang sekarang turun membawa sejuta nuansa-nuansa ilham
bagi diriku yang sendiri di dalam kamar.
musim hujan bagiku adalah musim untuk merenungi kembali kehidupan
dan mengambil manfaat dari setiap peristiwa
dan tanganku tak kuat untuk menahan simponi indah yang turun ke hati.
ingin aku segera tumpahkan nuansa bening itu dalam kertas bak langit yang mencurahkan hujan
aroma sejuk yang datang dari arah timur menenangkan hati ini dan mendendangkan ribuan kasidah.

hujan telah berhenti, dan kenangan langit ini tinggal di hatiku.
seperti tamu yang betah di rumahku.
bening tetes hujan yang bertengger di daun hijau itu seperti bidadari bermata bening.
menyejukkan mataku yang rabun/
dan bunga merah jambu itu seperti kedinginan
dan seakan memanggilku untuk kupeluk.
ah bunga yang mempesona.
air pun mengalir di kali-kali kecil di sekitar rumahku
berjalan dengan pasti menuju arah rendah
ke sawah-sawah atau ke telaga
dan ikan-ikan pun menari riang gembira
air jernih adalah kesenangan mereka
seperti orang miskin yang lapar menemukan makanan halal
sepotong rotipun bagi mereka laksana mendapatkan dunia dan seisinya
tetes hujan menjadi keriangan hati bagi musafir yang haus ini.