Puisi Hati

Puisi Hati
Puisi Hati
Dalam samudera hati
banyak rahasia yang belum terungkap
tentang nyawa, cinta, dan cahaya
tentang rahasia Tuhan dalam hati
hati adalah lautan tak bertepi
tempat iman dan zikir ilahi
tiada kata yang menenangkannya
kecuali menjadikannya taman zikir dan tafakkur
dalam hati terdapat malam
kacau balau dan terselubung penyakit nan bahaya.
ku tenangkan hati dalam taman itu
yang penuh bunga-bunga yang bermekaran
yang mengalun bergoyang penuh nada-nada penghambaan
ku sebut nama Tuhanku dalam gelap dan cahaya
dalam ramai dan sepi
hati bahagia dan hilang segala nestapa
terbit sinar mentari terang
maka hilanglah wahm
dan hatiku tenang laksana patung mati
dan aku menganggap diriku hanyalah debu tak berarti
nama-Mu jadikan dunia tak berarti
dan pudarlah segala keindahan
yang tinggal hanyalah Engkau
mungkin orang akan menganggapku gila
biarlah aku gila dalam cinta yang selama ini aku cari
dalam pengembaraan hatiku yang jauh dan menghabiskan waktu dan umurku
selama ini aku mencari cinta sejati yang sulit di dapat
dalam pengembaraan itu aku tersesat dalam gelap dan lumpur dosa
entah kemana lagi kaki ini akan melangkah
dan ku tak tahu sampai kemanakah akhirnya
dan aku kini diantara harap dan takut
harapan akan mendapatkan cintamu
dan takut akan kau menolakku di gerbang pintu istana-Mu
aku telah mendaki gunung, menuruni lembah, menatap ribuan wajah. dan mendengarkan nasehat-nasehat
serta membaca ribuan puisi, dan mendengarkan lagu-lagu cinta
apalah arti semua itu?
aku mencari arti dalam kata, dan mencari makna dalam arti
aku mencari hakikat segala sesuatu dan peristiwa
dan aku belajar dari milyaran huruf dan goresan pena
aku pun tenggelam dalam kitab suci dan multitafsir para cerdik cendikia
aku mencari kekasih pada mentari, rembulan, bintang dan penduduk negeriku
aku terpesona pada wajah cantik seorang muslimah dan muak akan edannya zaman
dan aku kembali melangkah dan melangkah terus
hingga kakiku lelah dan berdarah
aku pun berkeinginan untuk keliling dunia
dan mencari apa yang kurang dalam hati
aku kelelahan dan duduk diatas batu besar di gunung dan kedinginan
aku mencari dan belum kudapati dimanakah sang kekasih sejati
aku titipkan hatiku pada seorang gadis cantik dan ia menghancurkannya
kemana lagi kutitipkan hati ini.
kembali aku tersesat dalam dosa dan jalan-jalan setan
ingin aku kembali, dan aku tak akan menyerah
aku rasakan hidupku tak berarti dan sangat singkat
dan aku ingin menghabiskan detik-detik umurku dalam cinta dan pengabdian
aku harus menebus semua kealfaanku dan mensucikan hati
mengisinya dengan zikir dan ilmu
akan aku tuliskan ribuan kata-kata
selagi nafasku berhembus dan kau mau membaca surat-suratku
wahai para kekasih, berdermalah dengan cinta setiamu
aku berkata wahai kekasih kembalilah
semua harapanku ada padamu
mendung telah menjadi hujan
dan para hamba telah berbaris
untaian indah laksana untaian bintang-bintang
inilah hasil binaanmu wahai kekasih
kapankah datang hari pertemuan
semua harapanku ada padamu
inilah hatiku, jagalah dan basuhlah dengan air surgawi...
bawalah aku dibawah bendera pujian.