Powered By Blogger

Sabtu, 04 Januari 2014

Biarkan Aku Sendiri

Biarkan Aku Sendiri

Biarkan Aku Sendiri

Biarkan Aku Sendiri

Biarkan aku sendiri dalam lamunan panjang ini
biarkan aku berteriak dalam sunyi senyap
biarkan jerit hari memenuhi alam rohani
biarkan diriku menyebut-nyebut apa yang kumau
dalam kesendirian aku berteman malam dan bintang
indah senyum rembulan jadi sahabat setia
dan awan pun laksana malaikat berbaju putih
oh indahnya malam-malamku dalam sunyi
walau tak ada seorang yang bercerita tentang kehidupan
hatiku menjadi surga yang penuh warna warni
dalam gelap aku melihat ada kedamaian
laksana pakaian yang melindungi dari kedinginan dan ketakutan
sepoi angin malam membisikkan seribu cerita dan kisah indah
dan semua itu tak dapat aku tuliskan dalam kata-kata
malam yang menggantikan siang penuh rahasia yang belum kuungkap
malam hitam seperti rambut kekasih dan mata bidadari
malam adalah saat yang tepat buatku merenung dan mengadu
atas kejamnya zaman yang kulalui
dan juga sejarah waktu yang mengalir
aku laksana anak kecil dalam rengkuhan malam.
biarkan aku memeluknya dalam kegelapan
biarkan aku sendiri
dalam sendiri aku damai
manusia yang kutemui telah menyeretku dalam kubangan hasud dan iri hati
ia bagai api yang membakar dan merusak keindahan
bila mata telah tertutup oleh hasud dan kebencian
maka yang ada adalah menyalahkan orang lain dan menganggap diri sempurna
perkataan orang hasud menjadikan dadaku sesak.
seakan melupakan firman Tuhan bahwa Ghibah itu perkataan keji dan menjijikan
umpama memakan daging  saudaranya.
ya Rabb, ampuni kami dari segala salah
biarkan aku sendiri, dan kau adalah kawanku yang terbaik dalam sunyi
aku telah berkawan malam dan bersahabat dengan gelap.
dalam gelap aku teringat akan gelapnya kubur
dalam sunyi aku serasa sendiri dalam pusara.
setelah itu mengalirlah untaian doa dan harapan
agar nanti pada saatnya kukembali dalam kedamaian dan penuh cinta
cinta karena saat perpisahan dengan dunia adalah saat bahagia berjumpa dengan para kekasih
dalam alam rohani cinta dan kasih sayang
bersama para nabi dan para syuhada
di surga abadi

terima kasih atas kunjugnannya, tunggu puisi-puisiku selanjutnya... salam sastra.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar